Kamis, 18 Agustus 2011

Harmony in diversity


HARMONY IN DIVERSITY
Keragaman budaya, atau multikulturalisme, didasarkan pada gagasan bahwa identitas budaya tidak harus dibuang atau diabaikan, melainkan dipelihara dan dihargai. Landasan keyakinan ini adalah bahwa setiap budaya dan ras telah membuat kontribusi besar untuk sejarah Amerika.

Namun, banyak orang tetap menentang ide multikulturalisme, atau kesadaran keragaman budaya, sementara yang lain sering mendukung dan namun tidak memiliki gagasan yang jelas tentang bagaimana harus diajarkan.

Sering kali kita meninggalkan tugas yang sulit mengajar keragaman budaya hingga sekolah lokal kami dan guru, di bawah frase menangkap-semua "pendidikan multikultural." Kami berasumsi bahwa selama Februari anak-anak kita akan belajar tentang "Sejarah Hitam" dan di bulan Maret tentang "Sejarah Perempuan." Sebuah bulan tertentu atau minggu didedikasikan untuk kelompok etnis tertentu atau keyakinan, seolah-olah ini entah bagaimana mengakui kontribusi penuh mereka untuk sejarah Amerika.
Hal ini sering dapat sebagai belah seperti yang informatif. Jika sejarah adalah US diajarkan sepanjang tahun, namun Februari adalah "Bulan Sejarah Hitam," maka asumsi yang logis adalah bahwa sejarah Amerika Afrika dan prestasi sering diabaikan selama tahun sekolah normal. Atau, bahwa budaya lain yang entah bagaimana diabaikan selama Februari.

Keragaman budaya dari Amerika Serikat benar-benar mengejutkan, karena banyak kelompok etnis dan budaya yang berbeda telah memberi kontribusi pada nilai-nilai sosial, ekonomi dan budaya masyarakat kita. Hal ini tentu telah benar sepanjang sejarah kita, meskipun banyak buku-buku sekolah kami tidak selalu mengajarkan fakta itu. Bahkan, gagasan bahwa keragaman budaya harus diajarkan hanya telah dipromosikan dalam beberapa tahun terakhir.

Intinya adalah bahwa ketika kita sepenuhnya menyadari bahwa Amerika adalah besar karena kontribusi dari banyak, maka kita sebagai orang akan lebih bersatu dalam tujuan kita bersama, dan bahkan lebih bangga menjadi warga negara Amerika.



Harmony in diversity keselarasan atau sering dikaitkan dengan kecocokan terhadap suatu hal. Namun tetap saja, selaras apapun suatu hal pasti memiliki perbedaan. Apabila dalam “Bhineka Tunggal Ika” dikatakan berbeda-beda tetapi satu jua. Namun dalam “Harmony in diversity” dikatakan keselarasan dalam perbedaan. Mungkin yang dimaksud, meskipun kompak dalam kelompok, tetap saja ada perbedaan didalamnya. Dengan adanya perbedaan, maka akan lebih beragam mempunyai kelebihan dan kekurangan serta tidak terasa monoton atau biasa-biasa saja.
Sama dengan tugas yang diberikan pada PKK Maba FIB 2011 ini. Meskipun tugas kelompok sama, tetapi tugas tiap individu berbeda. Demikian dengan tugas membuat essai ini, meskipun tema yang diambil sama tetapi pemikiran tiap mahasiswa berbeda-beda dan hasilnya pun berbeda. Mungkin itulah yang menjadi dasar dari PKK Maba tahun ini dan bagaimana menyatukan perbedaan dalam pola pikir yang ada itu?
Pastinya dibutuhkan usaha yang keras dan kerjasama dari setiap individunya. Dengan adanya perbedaan yang ada, akan membuat kelompok terlihat berbeda dan mempunyai keunikan sendiri. Setelah adanya keselarasan dalam kelompok, maka akan terlihat kelompok yang paling kompak, namun tetap memiliki tujuan yang mendidik didalamnya. Masalah dalam setiap kelompok pasti ada, untuk itu mahasiswa baru juga dituntut mencari cara untuk menyelesaikan masalah intern kelompok, pasti ada pemimpin dengan kriteria orang yang bisa adil dan bijak. Jalan tengah merupakan jalan terbaik untuk adanya perbedaan yang ada. Karena bagaimana pun kita sudah mahasiswa dan pemikiran kita tentunya tidak sama dengan masa pada saat kita SMA. Mungkin tujuannnya selain menyatukan perbedaan-perbedaan yang ada tetapi juga bertujuan untik mengubah pola pikir mahasiswa baru dari pemikiran individu yang cenderung egois menjadi pemikiran sosial.
Hal ini bisa dikaitkan dengan keragaman budaya,keragaman budaya adalah salah satu yang tidak dapat dipungkiri keberadaannya. Dalam konteks pemahaman masyarakat majemuk, selain kehidupan kelompok suku bangsa, masyarakat Indonesia juga terdiri dari berbagai kebudayaan daerah bersifat kewilayahan yang merupakan pertemuan dari berbagai kebudayaan kelompok suku bangsa yang ada di daerah bersifat kewilayahan yang merupakan pertemuan dari berbagai kebudayaan kelompok suku bangsa yang ada di daerah tersebut. Dengan jumlah penduduk 200 juta orang dimana mereka tinggal tersebar pulau-pulau di Indonesia. Mereka juga mendiami dalam wilayah dengan kondisi geografis yang bervariasi. Mulai dari pegunungan, tepian hutan, pesisir, dataran rendah, pedesaan, hingga perkotaan. Hal ini berkaitan dengan tingkat peradaban kelompok-kelompok suku bangsa dan masyarakat di Indonesia yang berbeda. Pertemuan-pertemuan dengan kebudayaan luar juga mempengaruhi proses asimilasi kebudayaan yang ada di Indonesia sehingga menambah ragamnya jenis kebudayaan yang ada di Indonesia. Kemudian juga berkembang dan meluasnya agama-agama besar di Indonesia turut mendukung perkembangan kebudayaan Indonesia sehinnga mencerminkan kebudayaan agama tertentu.
Bisa dikatakan bahwa Indonesia adalah salah satu negara dengan tingkat keanekaragaman budaya atau tingkat heterogenitasnya yang tinggi. Tidak saja keanekaragaman budaya dalam konteks peradaban, tradisional hingga ke modern dan kewilayahan. Dengan keanekaragaman kebudayaan Indonesia dapat dikatakan mempunyai keunggulan dibandingkan negara lainnya. Indonesia mempunyai potret kebudayaa yang lengkap dan bervariasi dan tak kalah pentingnya, secara sosial budaya masyarakat Indonesia mempunyai jalinan sejarah dinamika interaksi antar kebudayaan yang dirangkai sejak dulu.